Penggunaan Pengaman Arus Lebih .

Penggunaan Pengaman Arus Lebih

1.  Pengaman Penghantar

Penghantar harus diamankan dengan pengaman lebur atau pemutus tenaga yang harus dapat membuka sirkit dalam waktu yang tepat bila timbul bahaya bahwa suhu penghantar akan menjadi terlalu tinggi ( PUIL 720 A1 ) .

Arus nominal pengaman lebur atau pemutus daya , tidak boleh lebih besar dari kemampuan hantar arus penghantar yang dilindungi  .( PUIL qayat 412 C8 ) .

Setiap kabel perlu diamankan dengan alat pengaman yang besarnya seperti dibawah ini ( ayat 720 . A. 3 ) .

Pemutus daya yang arusnya dapat disetel harus diatur tidak boleh melebihi KHA penghantar yang dilindungi ( ayat 412  C2 ) .

2.  Pengaman sirkit penerangan

Rangkaian penerangan domestik ( rumah ) hanya boleh diamankan sampai 25 A. Rangkaian lampu tabung gas bertekanan tinggi , lampu tabung dan rangkaian penerangan dengan fiting E 40 dapat diamankan dengan pengaman lebur atau MCB lebih dari 25 A. Dalam hal ini harus diperhatikan kemampuan penghantarnya  ( PUIL 87 ayat 722 A1 )

Pada instalasi dengan rangkaian kotak-kontak harus diperhatikan kemampuan penghantar dan kemampuan kotak-kontak yang dipasang. Nilai pengaman harus diambil yang terendah.         ( PUIL 87 ayat 722 A2 )   Misalnya kemampuan penghantar 16 A  ( untuk kabel NYA 1,5 mm2 ) dan kemampuan kotak-kontak 10 A, maka nilai pengaman yang dipasang sebesar 10 A.

Instalasi domestik sirkit penerangan dengan kotak-kontak 2 kutub sampai arus nominal 16 A, maupun sirkit yang hanya terdiri dari kotak-kontak 2 kutub sampai arus nominal 16 A, hanya boleh diamankan dengan pengaman lebur atau pemutus daya jenis lambat sampai 10 A dan jenis cepat sampai 16 A. ( PUIL 87 ayat 722 A3 )

 

 

 

 

 

Untuk menentukan nilai pengaman sirkit cabang harus diperhatikan selektivitasnya. Nilainya pengamanan cabang  dapat dicari sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

3.  Pengaman sirkit motor

Pengaman beban lebih thermis yang dipergunakan untuk mengamankan motor dari beban lebih tidak boleh lebih besar dari arus motor beban penuh. Setelan nilai pengaman beban lebih thermis harus sama dengan arus motor beban penuh . ( ayat 520 D3 )

Nilai pengaman lebur untuk mengamankan motor dari gangguan hubung pendek tidak boleh lebih 4 kali arus nominal motor. ( ayat 520 E2.2  dan  tabel  520 – 2 )

Suatu sirkit cabang yang menghubungkan beberapa motor harus dilengkapi pengaman hubung pendek yang nilainya tidak melebihi nilai pengaman hubung pendek tertinggi ditambah dengan jumlah arus beban penuh semua motor lain dalam sirkit akhir itu. ( ayat 520 E 2.3 dan ayat 520 F1 )

 

 

 

 

 

 

 

 

latihan

  1. Berapa besar pengaman maksimun yang dipasang   ? ( Lihat gambar di bawah ini   )

2. Apakah fungsipengaman beban lebih thermis   ?

3. Berapa nilai pengaman lebur maksimum, kabel NYM , setelan pengaman beban lebih thermis dari sirkit masing – masing  motor sangkar dengan pengasutan  Y – D ?

Dipublikasi di LISTRIK | Tinggalkan komentar

PENGAMAN LEBUR

          1.  Pendahuluan Arus yang mengalir pada suatu penghantar menimbulkan panas. Supaya suhu pada penghantar tidak menjadi terlalu tinggi, maka arus pada penghantar harus dibatasi. Untuk memutuskan arus yang tinggi , menggunakan alat pengaman yaitu pengaman lebur atau pemutus tenaga . Patron lebur adalah : bagian dari suatu pengaman lebur yang dapat diganti dan berisi satu atau lebih kawat pita lebur  ( 108 P4 ) .

2.  KegunaanPengaman lebur umumnya digunakan untuk :

  1. mengamankan penghantar terhadap beban lebih .
  2. pengamanan instalasi terhadap hubung singkat   :
  • Antar fase atau antara fase dan netral .
  • Pada peralatan listrik .
  • Dengan badan perlengkapan listrik .

3.  Pengaman Ulir Pengaman ulir terdiri dari rumah patron , tudung patron , pengepas patron dan patron lebur .                       Patron lebur harus mempunyai daya pemutus yang dapat memutuskan dengan aman arus hubung pendek yang terjadi di tempat pengaman lebur. ( PUIL ayat 630 B 9 ) ) . Kemampuan arus hubung singkat patron lebur   :

  • Jenis  D II     : I hs =   50.000  A   pada tegangan 500 V
  • Jenis  D III    : I hs =   50.000 A    pada tegangan 500 V .

 

 

 

 

Patron lebur yang sudah putus tidak boleh diperbaiki untuk dipergunakan lagi kecuali yang dirancang untuk dapat diperbaiki secara baik ( ayat  630 B. 20 )

Pengaman lebur yang dipasang bersama – sama dengan sakelar dan kedua-duanya terdapat pada sirkit masuk , sebaiknya pengaman lebur dipasang sebelum sakelar ( ayat 601. G1 )

e.  Dipasang pada setiap penghantar fase keluar ( ayat 601 D1 ) .

Pengaman lebur dipasang sedemikian  rupa sehingga apabila sakelar masuk dalam keadaan terbuka,  pengaman lebur tidak  bertegangan , kecuali pengaman lebur utama ( ayat 601 D 4  )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Latihan

Pengaman Lebur

1. Sebutkan 2 kegunaan dari pengaman lebur.

2.         Sebutkan 4 bagian pengaman ulir !

3.         Apakah kode warna patron lebur 6 A, 10 A, 16 A,  20 A , 25 A ?

4.         Mengapa pengepas patron pada kotak sekering harus dipasang ? Jelaskan !

5.         Mengapa pengaman lebur hanya boleh dipasang pada hantaran fase ?

6.         Mengapa pengaman lebur yang hanya memutuskan penghantar netral tidak boleh dipasang pada penghantar netral ?

Dipublikasi di LISTRIK | Tinggalkan komentar

PHB TERTUTUP

1.         Konstruksi  :

Komponen PHB seperti pengaman lebur , MCB , ELCB , sakelar , terminal berada

di dalam panel. Rangkanya bagian depan , belakang , atas dan bawah tertutup rapat , sehingga

petugas pelayanan akan terlindung dari bahaya sentuh bagian – bagian aktif . Untuk PHB tertutup

pasangan dalam biasanya pada bagian depan terpasang alat ukur , tombol dan sakelar. Sakelar

masuk dan sakelar keluar harus dapat dilayani dari luar  ( ayat 610 A4 ). Sedangkan  konstruksi PHB

pasangan luar sebagai berikut   :

-           Rangka harus kuat dari bahan TAHAN CUACA LUAR ,

-           Lubang ventilasi harus dilindungi agar BINATANG KECIL , TETESAN AIR TIDAK

DAPAT MASUK KE DALAM PANEL

-           Semua komponen di dalam panel , yang hanya dapat dilayani dengan jalan membuka tutup

yang terkunci ( ayat 610 c 11 sub 3 )

Rangka PHB harus terbuat dari bahan yang  :

-           TIDAK DAPAT TERBAKAR , TAHAN LEMBAB DAN KOKOH ( KUAT ) ( 610 A 1)

1.1. PHB pada ruang lembab   :

-      harus berbentuk LEMARI ATAU KOTAK YANG TERTUTUP dengan bahan yang

memadai ( ayat 821 A5 )

1.2. PHB pada ruang berdebu   :

-      harus dari jenis TETUTUP DAN KEDAP DEBU ( IP 54 ) ( ayat 823 A2 )

1.3. PHB pada ruang dengan bahan , debu , gas korosif  :

-      Rangka dari bahan TAHAN KOROSI ATAU DILINDUNGI  sehingga cukup bebas

dari korosi dan tertutup RAPAT ( ayat 824 A1 )

1.4. PHB pada perusahaan kasar   :

-      berupa LEMARI HUBUNG BAGI YANG TERTUTUP DAN TAHAN KERUSAKAN

MEKANIS ( ayat 830  A1 )

Jika PHB dibuat dari bahan dan konstruksi biasa harus di beri perlindungan sehingga

tahan gangguan mekanik ( ayat 610 B  2 )

1.5. PHB pada tempat pekerjaan pembangunan   :

-      Lemari hubung bagi harus diberi perlindungan terhadap PERCIKAN AIR

( ayat 845 A6 )

2.         Susunan Komponen .

2.1. Pemasangan sakelar masuk

Pada PHB yang berdiri sendiri  :

harus dipasang 1 ( satu ) SAKELAR PADA PENGHANTAR MASUK

( AYAT 601  D1 ) , dengan kemampuan minimal sama dengan arus

NOMINAL PENGAMANNYA , Paling kecil 10 A ( Ayat 601 D 2 )

Perkecualian  ayat 601  D1  dan 601  D  2   : ( ayat 601  D3 )

a. Tidak perlu dipasang sakelar masuk bila MENDAPAT SALURAN DARI PHB YANG SUDAH

DIPASANG SAKELAR KELUAR , KEDUA PHB PADA RUANG YANG SAMA DENGAN

JARAK 5 M .

b. Tidak perlu dipasang sakelar masuk bila PEMUTUSAN DAN PENYAMBUNGAN

SUPLAI PHB DILAYANI SAKELAR PEMBANTU YANG DIPASANG PADA TEMPAT

YANG MUDAH DICAPAI .

c. Diganti dengan PEMISAH asalkan pada rangkaian keluar dipasang SAKELAR KELUAR

2.2. Pemasangan sakelar keluar   :

Rangkaian keluar harus dipasang sakelar keluar jika   :

a. ayat  601 E  1  sub a    : RANGKAIAN MENSUPLAI 3 ATAU LEBIH PHB YANG LAIN .

b. ayat  601 E  1  sub b    : RANGKAIAN MENSUPLAI 3 ATAU LEBIH MOTOR / PERLENGKAPAN LAIN .

Boleh tanpa sakelar keluar bila motor tersebut tegangan rendah daya £ 1,5 KW dan terletak

dalam ruang yang sama .

c. ayat  601 E  1  sub c    : RANGKAIAN MENSUPLAI 3 ATAU LEBIH KOTAK KONTAK

> 16  A .

d. ayat  601 E  1  sub d    : BEBAN RANGKAIAN > 100 a , KECUALI PLN GARDU INDUK PLN.

2.3. Pengaman lebur

Kemampuan   :

a. Besar arus nominalnya tidak boleh LEBIH BESAR dari KHA hantaran yang dilindungi

( ayat 412  C  2,  ayat 412 C 5 )

b. Daya pemutusan minimal sama dengan DAYA HUBUNG PENDEK pada tempat kejadian

( ayat 630  B 9 sub a )

Pemasangan   :

a. SETIAP HANTARAN YANG KELUAR harus dipasang pengaman lebur / MCB

( ayat 601  D  1 ) dan hanya boleh dipasang pada hantaran  FASA ( ayat 204  A  3 )

tidak boleh dipasang pada hantaran NETRAL YANG HANYA MEMUTUSKAN HANTARAN

NETRAL SAJA ( ayat 415 C  1 ) . Selain itu hantaran NETRAL juga tidak boleh di hubungkan

dengan sakelar yang hanya memutuskan hantaran netral saja ( ayat 630 B  18 )

Pengaman lebur dan sakelar yang kedua – duanya terdapat pada rangkaian keluar atau

masuk , sebaiknya pengaman lebur dipasang sebelum sakelar ( ayat 601 G  1 )

2.4. Pengambilan Hantaran Netral   :

Hantaran pengaman dan netral yang keluar , tidak boleh dihubungkan pada rel yang sama ,

harus mempunyai rel sendiri – sendiri ( ayat 313  B10  sub 4 )

2.5. ELCB   :

Pemasangan ELCB sebagai berikut   :

2.6. Pengumpulan Perlengkapan Rangkaian

PHB yang besar melayani instalasi tenaga dan penerangan . Komponen seperti alat

pengaman , sakelar , terminal harus dikumpulkan sedemikian rupa sehingga kumpulan

alat instalasi tenaga terpisah dari kumpulan  alat instalasi penerangan dan setiap kumpulan

melayani sebanyak – banyaknya 6 rangkaian ( ayat 601  F  1 )

1.         Penempatan PHB

3.1. Persyaratan raungan tempat PHB   :

3.1.1. Ruangan disekitar PHB harus cukup luas untuk mempermudah petugas

pelayanan dalam hal pemeliharaan , pelayanan dan lalu lintas dengan aman

( ayat 601  B  1 ) . Lebar ruangan bagaian depan untuk pelayanan minimun 0,75 m dan

tinggi ruangan minimun 2 m ( ayat 601  B 2 ) . Jika disisi kiri dan kanan ruangan bebas

ini terdapat instalasi tanpa dinding ( ayat 601 B 3 ) .

Untuk PHB  dengan bagian depan yang dapat ditarik keluar , jarak dinding atau benda

tetap dengan bagian ( pintu ) yang tertarik keluar , harus minimun 0,45 m

( ayat 620  B  2 ) .

3.1.2. Di sekitar PHB tidak boleh ada barang yang mengganggu pergerakan .

3.1.3. Ruangan tempat PHB harus kering dan BERVENTILASI CUKUP . Bila tidak demikian ,

PHB harus dilindungi terhadap udara lembab ( ayat 620 B 1 ) .

3.1.4. Dinding dan langit – langit harus terbuat dari bahan yang tidak DAPAT TERBAKAR

ATAU DILAPASI  BAHAN YANG TIDAK DAPAT TERBAKAR , KECUALI DINDING

DAN LANGIT – LANGIT ITU BERJARAK 1 M DARI PHB  ( ayat 601  b  7  )

3.1.5. Pintu ruangan khusus PHB harus mempunyai ukuran minimun tinggi 2 m dan

lebar 0,75 m ( ayat 601  B  4 ) .

3.2. Penempatan PHB   :

PHB tidak boleh dipasang di KAMAR MANDI , TEMPAT CUCI TANGAN , kamar kecil ,

diatas kompor atau di atas bak air ( ayat 620  B  6 ) PHB untuk tegangan menengah dan

tinggi harus dipasang di RUANG KERJA LISTRIK ATAU RUANG KERJA LISTRIK

TERKUNCI ( AYAT 610   C 1 ).

*         Dipasang di TEMPAT YANG MUDAH / DIDEKAT JALAN MASUK ( ayat 602  P1 )

harus diletakkan sekurang – kurangnya 1,5 m dari lantai ( ayat 620  B  4 )

*         Bila di pasang pada ruang cuci , harus di tempatkan dalam jarak minimun 2,5 m

dari mesin cuci , kecuali PHB kedap air  ( ayat 620 B 5 )

*         Dipasang pada dinding YANG TIDAK DAPAT TERBAKAR ATAU

DILAPISI BAHAN TIDAK DAPAT TERBAKAR ( AYAT 601  B  7N ) .

PHB rumah bertingkat    :

*         PHB utama untuk seluruh gedung bertingkat sebaiknya dipasang pada lantai

jalan masuk gedung bertingkat tersebut ( ayat 912 A1 ) .

*         Pada setiap lantai harus di pasang PHB sub instalasi untuk pengaturan

seluruh instalasi pada tingkat yang bersangkutan  ( ayat 912   A  1 )

*         Dipasang pada dinding YANG TIDAK DAPAT TERBAKAR ATAU DILAPISI BAHAN

BAHAN YANG TIDAK DAPAT TERBAKAR .

PHB pada tempat umum   :

*         Dipasang pada ketinggian minimun 1 , 2  m dari lantai  ( ayat 620  B  3 ) .

PHB di luar bangunan   :

*         PHB yang dipasang diluar terbuka di luar ruangan , biasanya dipakai untuk

MENGONTROL , ATAU MENGAMANKAN LAMPU – LAMPU JALAN , LAMPU

TAMAN , LAMPU PEREMPATAN JALAN , DAN DIPAKAI UNTUK PEKERJAAN

DALAM MASA PEMBANGUNAN . PHB tertutup yang dipasang diluar itu harus  di

pasang ditempat yang lebih tinggi sehingga tidak akan TERENDAM PADA WAKTU

BANJIR , dan harus cukup kuat pula . ( ayat 610  C  2  ) .


2.         Contoh PHB

4.1. PHB rumah tinggal

Kotak PHB sederhana  2 grup , 1 fasa  220 V , 450 VA .

Diagram tunggal / segaris :

Pemasangan PHB 2 grup

TERTUTUP 13

Lemari hubung bagi dengan pengaman arus bocor tanah ( ELCB )

Lemari hubung bagi untuk pekerjaan dalam masa pembangunan

Keterangan   :  1. Pengaman lebur                                4. Trafo pemisah

2. ELCB                                                5. Celah  udara

3. Kotak – kontak                                   6. Gambar skema

Latihan :

PHB Tertutup

  1. Sebutkan ciri – ciri PHB tertutup
  2. Bagaimana cara meletakkan sakelar masuk dan sakelar keluar dari PHB
  3. Hal – hal apa saja yang perlu di perhatikan untuk menentukan arus nominal pengaman keluar atau pemutus tenaga   ?
  4. Sebutkan cara pengambilan penghantar netral pada PHB .
  5. Perhatikan gambar berikut ini , sebutkan pemasangan ELCB ( benar atau salah ) dan sebutkan alasannya .

Dipublikasi di LISTRIK | Tinggalkan komentar

PHB Terbuka

Pendahuluan

PHB hanya boleh dioperasikan oleh orang awam bila SEMUA BAGIAN AKTIF PHB TERTUTUP

RAPAT , SEHINGGA ORANG TERSEBUT AMAN

Tetapi untuk tegangan tinggi PHB tertutup perlu panel yang lebih besar dan PHB dengan daya besar

akan mengalami kesulitan dalam hal pemasangan kabel , oleh karena itu dipakailah PHB TERBUKA

Pada PHB terbuka , semua bagian aktif terbuka , sehingga sangat berbahaya bagi orang awam yang tidak mengerti listrik

Keuntungan PHB terbuka   :

a. KABEL PENAMPANG BESAR DAPAT KELUAR DENGAN BAIK

b. PENYAMBUNGAN KABEL PENAMPANG BESAR LEBIH MUDAH

c. UNTUK TEGANGAN TINGGI , TIDAK PERLU KOTAK PENUTUP YANG BESAR

d. BIAYA PEMBUATAN RENDAH

e. SATU KERANGKA PANEL SUDAH CUKUP

gambar konstruksi

Penggunaan   :

PHB terbuka biasanya digunakan   :

3.1.       DI DALAM GEDUNG – GEDUNG BESAR , INDUSTRI – INDUSTRI DENGAN RUANG

TRAFO SENDIRI YANG MEMPUNYAI PEMBAGIAN DAYA YANG BESAR .

3.2.       DI DALAM RUANG KERJA LISTRIK , RUANG KERJA LISTRIK TERKUNCI UNTUK

TEGANGAN TINGGI ( AYAT 611  A1 )

3.3.       Di dalam ruang khusus seperti LABORATORIUM LISTRIK  ( ayat 611  A 1 )

3.4.       Di ruang bebas yang sebagian atau seluruhnya ditempatkan di dalam KURUNGAN

ATAU PAGAR ( ayat 611  A 1 )

Pemasangan pada ruangan .

4.1.         Sebaiknya jangan ditempatkan dekat saluran GAS SALURAN UAP, SALURAN AIR

DAN SALURAN LAIN ( ayat 611  B 1 )

4.2.         PHB terbuka , panjang maksimun 1,2 m , ruang bebas dibelakang PHB lebarnya kurang

dari 0,3 m , harus dipasang demikian   :

( ayat 611  B2 )

4.2.1. Di dalam ruang kerja listrik

4.2.2. Di dalam ruang bebas

4.3.    PHB terbuka , panjang maksimun 1, 2 m , ruang bebas bagian belakang lebih dari 0,3 m   :

( ayat 611. B3 )

4.3.1.  Ruang kerja listrik

gambar

4.3.2.  Ruang bebas :

 

4.4.    PHB terbuka , panjang > dari 1,2 m , bagian belakang terbuka yang dapat pelayanan

dan pemeriksaan tidak dapat dilakukan dari depan , maka   :  ( ayat 611  B4  )

4.5. Di dekat PHB terbuka tidak boleh dipasang saluran listrik yang tidak ada hubungannya

dengan PHB tersebut ( ayat 611 B5 ) .

Rel dan kawat penyambung tidak boleh dipasang dibagian depan PHB kecuali di dalam ruang

kerja listrik  ( ayat 611  B 6 )

Pemasangan  diluar bangunan

5.1.  Pelataran harus TAHAN CUACA dan mempunyai SALURAN AIR ( ayat 611  C3 )

5.2.  Perlengkapan harus tahan terhadap PENGARUH CUACA  ( ayat 611 C2 )

 

 

 

Dipublikasi di Sepatah Kata Dari Penulis | Tinggalkan komentar

MACAM MACAM HUBUNG BAGI

1. Pengertian istilah yang berhubungan dengan  PHB  :

 

 

 

 

 

 

 

Perlengkapan Hubung Bagi ( PHB ) adalah ( ayat 108 P. 36 ) :

-      SUATU PERLENGKAPAN UNTUK MENGONTROL DAN MEMBAGI TENAGA LISTRIK DAN MELINDUNGI SIRKIT DAN PEMANFAAT LISTRIK .

Panel Hubung Bagi adalah ( ayat 108 P3 )  :

-      PHB YANG PADA TEMPAT PELAYANANNYA BERBENTUK SUATU PANEL ATAU KOMBINASI PANEL – PANEL DARI BAHAN PENGHANTAR ATAU BUKAN YANG DIPASANG PADA RANGKA YANG DILENGKAPI DENGAN PERLATAN LISTRIK .

PHB utama adalah ( ayat 108  P49 )  :

-      PHB YANG MENERIMA TENAGA LISTRIK DAN SAKELAR UTAMA KONSUMEN DAN MEMBAGIKAN KESELURUHAN INSTALASI KONSUMEN .

PHB utama sub instalasi adalah ( ayat 108 P50 )

-      PHB DARI SUATU INSTALASI UNTUK MENSUPLAY  LISTRIK KEPADA SATU KONSUMEN DAN INSTALASI TERSEBUT MERUPAKAN BAGIAN DARI SUATU INSTALASI YANG MENSUPLAI LISTRIK KEPADA DUA KONSUMEN ATAU LEBIH .

Baterai kotak adalah ( ayat 108 B 7 )

-      PHB YANG TERDIRI DARI KOTAK – KOTAK SEPERTI KOTAK REL , KOTAK CABANG , KOTAK PENGAMAN LEBUR , DAN KOTAK SAKELAR YANG DIRAKIT MENJADI SATU .

Sakelar utama adalah ( ayat 108 S8 )  :

-      SAKELAR MASUK DAN SAKELAR KELUAR PADA PHB UTAMA ATAU PHB UTAMA SUB INSTALASI

Sakelar masuk adalah ( ayat 108 S 5 )   :

-      SAKELAR PADA PHB DISISI MASUKNYA TENAGA LISTRIK MASUK KE PHB TERSEBUT .

Sakelar keluar adalah ( ayat 108 S4 )  :

-      SAKELAR PADA PHB DISISI KELUARNYA TENAGA LISTRIK KELUAR DARI PHB TERSEBUT

2. Bentuk – bentuk PHB

2.1. PHB tertutup ( ayat 610 A1 )  :

-      Kerangka terbuat dari LOGAM

-      Selungkup / rumah harus dari bahan LOGAM YANG KUAT dengan tebal minimun  0,8 mm , dan tahan mekanik

-      Dari bahan kayu harus dilapis dengan ASBES , LOGAM DLL .

-      Dipasang BERDIRI pada pondasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b) Bentuk KOTAK

Ukuran masing masing kotak biasanya 1 x 1m, terpasang menjadi satu.

Dari LOGAM ( BESI, ALUMINIUM )

 

c) Bentuk MEJA

Bidang pelayanan mendatar atau miring dengan tinggi kurang dari 1 m.

Dipublikasi di LISTRIK | Tinggalkan komentar

Komponen PHB

1.         Komponen PHB

1. SYARAT KOMPONEN   :

1.1. Jenis komponen harus sesuai dengan PENGGUNAANNYA

1.2. Kemampuan harus sesuai dengan keperluannya , misalnya  :

-      KEMAMPUAN SAKELAR HARUS SESUAI DENGAN BEBAN

2.MACAM – MACAM KOMPONEN

2.1. Sakelar   :

2.1.1. Jumlah kutub   :  minimun sama dengan JUMLAH FASA ( ayat 630 B 1 )

2.1.2. Kemampuan    :  minimun sama dengan PENGAMAN LEBUR ,

tetapi paling kecil 10 A ( ayat 601 D2 )

2.2. Pengaman lebur dan pemutus tenaga   :

2.2.1. Kemampuan   :

-      Daya pemutusan harus sama dengan DAYA HUBUNG PENDEK / SINGKAT

pada tempat kejadian ( ayat 630 B9 sub 1 )

-      Besarnya pengaman tidak boleh lebih dari KHA KABEL YANG DILINDUNGI

( ayat 412  C 2  , ayat 412  C 5 )

 

 

 

2.2.2. Pengaman lebur arus nominal 25 A atau kurang , harus menggunakan tipe D ( 630 B 19 )

2.3. Alat ukur indikator   :

-      Harus jelas petunjuk besaran yang diukur , misalnya  :ampermeter , Voltmeter .

( ayat 630 C 1 )

2.4. Kompoenn alat kontrol   :

Komponen alat kontrol yang dimaksudkan yaitu  : SAKELAR KONTROL , TOMBOL ,

LAMPU SINYAL , SAKELAR MAGNET  DAN KAWAT PENGHUBUNG .

2.4.1. Kemampuan   :

Sesuai dengan penggunaannya ( ayat 630  E  1 )

2.4.2. Tanda

Harus mempunyai tanda / warna yang sesuai , misalnya tombol warna merah untuk mematikan ( OFF ) , tombol warna hijau untuk MENGHIDUPKAN  (ON ) , sehingga mempermudah petugas pelayanan ( ayat 630 E 2 )

2.4.3. Kabel kontrol   :

Minimun 1,0  mm kecuali kabel yang sudah terpasang dalam komponen alat kontrol

( ayat 630 E 3 )

2.4.4. Pengaman   :

-      Harus terpisah dari pengaman lain ( ayat 630 E4 )

2.5. Hantaran dan rel   :

2.5.1. Penampang kabel   :

Sesuai dengan pengaman yang melindungginya

 

 

 

2.5.2. Warna kabel dan rel ( ayat 701 E 1 )  :

-      Merah untuk inti       ( rel )                 FASA    R

-      Kuning untuk inti      ( rel )                 FASA    S

-      Hitam  untuk inti      ( rel )                 FASA    T

-      Biru     untuk inti      ( rel )                 NETRAL

-      Hijau – kuning inti     ( rel )                 PENGHANTAR BUMI

2.5.3. Bahan dan kemampuan rel   :

-      Dari bahan TEMBAGA  ATAU LOGAM LAIN YANG MEMENUHI SYARAT

PENGHANTAR LISTRIK ( ayat 630  D  1 )

-      Kemampuan harus sesuai dengan ARUS YANG MENGALIR

( Lihat PUIL 87 daftar 630   –  1  )

2.5.4. Penggunaan rel ( ayat 630  D3  )   :

Sedapat mungkin PHB menggunakan rel kecuali   :

a. Penghantar dibelakang pengaman mempunyai kemampuan dibawah 63  A .

b. Penghantar penghubung yang dipasang dibelakang atau pada dinding PHB .

c. Saluran pembantu , saluran sinyal dan saluran untuk pengukuran .

2.6. Terminal   :

Untuk mempermudah penyambungan saluran masuk dan keluar agar teratur dan aman ,

harus menggunakan TERMINAL

( ayat 601  A4 )

2.6.1. Bahan ( ayat 630  F 1 )

Dari TEMBAGA ATAU LOGAM YANG MEMENUHI STANDART

2.6.2. Kemampuan ( ayat 630  F  3 )

Minimun sama dengan kemampuan SAKELAR dari rangkaian yang bersangkutan .

Dipublikasi di LISTRIK | Tinggalkan komentar

SIMBOL LISTRIK

Simbol ataupun lambang listrik dapat merupakan semacam tanda dari peralatan

A.   Penghantar  dan  warna  Penghantar 

Dipublikasi di LISTRIK | Tinggalkan komentar