PIPA PELINDUNG PENGHANTAR LISTRIK

PENGERTIAN PIPA PELINDUNG

Perlu diketahui bahwa pada pekerjaan instalasi listrik banyak sekali dipergunakan pipa listrik. Fungsi pipa adalah untuk melindungi pemasangan kawat penghantar. Dengan  pemasangan pipa akan diperoleh bentuk instalasi yang baik dan rapi.

MACAM-MACAM PIPA INSTALASI

Pipa instalasi yang digunakan dalam instalasi listrik antara lain:

  1. Pipa besi/baja (union)
  2. Pipa PVC (plastik)
  3. Pipa spiral (fleksibel)
  4. Pipa-galvani
  1. Pipa Union

Pipa union adalah pipa yang terbuat dari plat besi dan dibuat oleh pabrik tanpa menggunakan las dan diberi cat meni berwarna merah. Pipa jenis ini dalam pengerjaannya mudah karena dapat dengan mudah dibengkokkan dalam keadaan dingin. Selain daripada itu pipa union mudah pula dipotong dengan gergaji besi. Pipa jenis ini mudah didapat dipasaran dengan harga relatif murah.

Dalam instalasi listrik, pada pemasangan pipa union, jika masih dalam jarak jangkauan tangan harus dihubungkan dengan bumi, kecuali bila digunakan untuk menyelubungi kawat pembumian (arde).

Pemasangan pipa union umumnya dipasang pada tempat yang kering dengan maksud menghindari terjadinya korosi atau karat.

  1. 2.   Pipa PVC atau Paralon

Dewasa ini selain pipa union yang terbuat dari besi, juga banyak dipakai pipa pelindung yang terbuat dari pipa bahan PVC atau paralon. Keuntungan penggunaan pipa PVC ini dibanding dengan pipa union antara lain adalah pipa PVC lebih ringan, mudah pengerjaannya, mudah dibengkokkan dan yang lebih penting adalah pipa PVC sendiri adalah merupakan bahan isolasi sehingga dalam pemasangannya tidak akan mengaibatkan terjadinya hubungan pendek antara penghantar dengan pipa.

Penggunaan pipa PVC sangat cocok untuk daerah lembab sebab tidak akan menimbulkan korosi. Namun demikian pipa PVC mempunyai kelemahan yaitu tidak tahan digunakan pada suhu kerja di atas 600C.

  1. 3.   Pipa Fleksibel

Pada instalasi listrik adakalanya dipasang pipa yang disebut pipa fleksibel. Pipa ini dibuat dari logam yang mudah diatur dan lentur. Sebagai contoh misalnya dipakai sebagai pelindung kabel yang berasal dari dak standar menuju ke meter pembatas listrik atau juga dipakai sebagai pelindung pada penghantar instalasi tenaga seperti mesin bubut, pres, dan mesin skraf serta dikapal laut, dan sebagainya.

4.   Pipa Galvanis

Didalam instalasi listrik pipa galvanis banyak digunakan pada dak standar,tiang lampu taman.Dan pipa galvanis ini biasanya juga disebut pipa ledeng.

Maksud dan tujuan pemasangan pipa pada instalasi listrik antara lain:

  1. Untuk memberikan perlindungan pada penghantar terhadap gangguan mekanis yang mungkin terjadi pada penghantar.
  2. Sebagai tempat untuk meletakkan/menyalurkan kabel penghantar di dalamnya.
  3. Untuk mempermudah pembongkaran dan pemasangan kembali penghantar-penghantar pada waktu perbaikan/penggantian penghantar yang rusak.

Pada instalasi listrik direncanakan sedemikian rupa dengan permukaan bagian dalamnya harus licin, agar dalam penarikan kawat penghantar di dalam pipa tersebut tidak mengakibatkan isolasi kawat tersebut tidak rusak.

Pipa instalasi harus memenuhi ketentuan pada persyaratan sebagai berikut:

­   Pipa instalasi harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap kelembaban.

Misalnya: pipa baja, pipa PVC (pastik) atau bahan lain yang sederajat. (Pasal 730 D2 PUIL 77).

­   Pipa instalasi harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat melindungi secara mekanis hantaran yang ada di dalamnya dan harus tahan terhadap tekanan mekanis yang mungkin timbul selama pemasangan dan pemakaian. (pasal 730 D3 sub. A PUIL 771).

­   Permukaan bagian dalam dan luar dari pipa harus licin dan rata, tidak boleh terdapat lubang atau tonjolan yang tajam atau cacat lain yang sejenis pada bagian dalam atau luar pipa tersebut, serta harus dilindungi secara baik terhadap karat. (pasal 730 D3 sub.b PUIL 77).

­   Pada bagian dalam pada ujung dari bahagian penyambung pipa tidak boleh terdapat bahagian tajam. Permukaan dan pinggiran atau bibir lewat mana hantaran itu ditarik harus licin dan tidak tajam. Pada ujung bebas dari pipa instalasi yang terbuat dari baja, kawat dipasang-selubung masuk (tule) yang berbentuk baik dan terbuat dari bahan yang awet.

­   Pemasangan pipa instalasi harus sedemikian rupa sehingga hantaran dapat ditarik dengan mudah setelah pipa benda bantu dipasang, serta hantaran dapat diganti dengan mudah tanpa membongkar sistem pipa (pasal 730 F1 PUIL 77).

­   Pipa instalasi yang terbuat dari logam dan terbuka yang terdapat dalam jarak yang kanan tangan harus ditahankan dengan baik, kecuali bila pipa instalasi logam tersebut dipergunakan untuk menyelubungi kabel yang mempunyai instalasi ganda (mis: NYM) atas digunakan hanya untuk menyelubungi kawat pertahanan. (pasal 730 F3 PUIL 77)

­   Pipa instalasi haru sedapat mungkin dipasang secara tegak lurus atau mendatar. (pasal 730 F4 PUIL 77)

Pipa instalasi PVC (plastik) memiliki beberapa keuntungan antara lain:

  1. Tahan terhadap bahan kimia, jadi tidak perlu dicat.
  2. Tidak menyalurkan nyala api.
  3. Ringan dan mudah dibawah/digunakan
  4. Mudah dibentuk dengan menggunakan alat pemanas.

Pipa instalasi logam/baja memiliki beberapa keuntungan antara lain:

  1. Lebih kuat
  2. Tahan terhadap panas dan nyala api
  3. Bisa dijadikan pentahanan langsung
  4. Kerusakan mekanis tidak perlu diragukan

Macam-Macam Benda Bantu Pada Pemasangan Pipa Instalasi

  1. Kotak sambung (T. dos)
  2. Lasdop
  3. Tule
  4. Sengkang / pelana
  5. Roset kayu
  6. Sambungan Pipa (SOK)
  7. Bengkokan (karte bocht)

 

  1. 1.   KOTAK SAMBUNG (T.DOS)

Kotak sambung pada instalasi penerangan berguna untuk:

  1. Sebagai tempat penyambung/ pemeriksa kabel instalasi untuk alat hubung pemakai/ bebas dari penarikan penarikan kabel ke instalasi selanjutnya.
  2. Sebagai tempat pemeriksaan kabel instalasi.

 JENIS -JENIS KOTAK SAMBUNG

Kotak sambungang yang banyak digunakan alam pemasangan instalasi adalah:

Kotak sambungan 2 cabang  tanpa ulir/sekrup digunakan sebagai tempat penyambungan hantaran dan pemeriksaan kabel instalasi.

Pada pasaran terdapat bermacam ukuran yaitu: 5/8”, 3/4”, 1” 1 1/4”, 1 1/2” dan 2”.

kotak sambungan 4 cabang tanpa ulir sekrup digunakan untuk tempat penyambungan hantaran mendatar, turun dan naik. Dan pada pasaran terdapat ukuran 5/8”, 3/4”, 1”, 1 1/4”, dan 1 1/2”.

Kotak sambug 4 cabang tanpa ulir sekrup digunakan untuk tempat penyambungan hantaran mendatar, turun dan naik. Dan pada pasaran terdapat ukuran 5/8”, 3/4”, 1”, 1 1/4”, dan 1 ½”.

 lasdop digunakan pada sambung dan untuk mencegah adanya hubungan dan untuk mencegah adanya hubungan singkat (korslet).

Oleh karena itu semua sambungan kabel yang terdapat di dalam kotak sambung (T. doa) harus ditutup dengan lasdop.

Tule digunakan pada ujung pipa, dan berguna untuk mencegah terjadinya kerusakan isolasi disaat penerikan/pemasangan kabel instalasi sementara dilaksanakan. Tuls memiliki ukuran antara lain: 3/4”, 1”, 1 1/2”, 5/8”, dan 2”

  1. 3.   TULE (TUTUP UJUNG PIPA)

Klem digunakan pada instalasi di luar tembok. Klem digunakan untuk mempekuat pipa atau kabel. Pada pasaran terdapat ukuran 15/8”, 3/4”, 1”, 1 1/4” 1 1/2” dan 2”.

KLEM / SENKANG / PELANA

Pemakaian roset dalam instalasi pipa, dikarenakan untuk memasang lampu dan saklar tidak diizinkan langsung ke dinding maupun plafon, tetapi terlebih dahulu harus menggunakan roset kemudian disusul dengan fitting atau saklar

Sambungan (SOK) digunakan menyimpang/menyambung pipa lurus.

  1. 6.   SAMBUNGAN PIPA (SOK)

 

Bengkokan (karte bocht) digunakan untuk pemasangan instalasi pipa yang membelok.

  1. 7.   BENGKOKAN (KARTE BOCHT)

Peraturan yang berkaitan dengan penyambungan dalam kotak sambungan (T.dos) adalah:

­   Pasal 730 F6 PUIL 7z7 yakni: kotak bantu, seperti kotak periksa, kotak tarik, benda bengkok, benda siku dan benda T harus dipandang sedemikian rupa sehingga tetap memungkinkan untuk maksud seperti pemeriksaan kembali dari hantaran yang ada atau pemasangan hantaran tambahan.

­   Di antara dua kotak kecil tidak boleh ada lebih dari empat benda bengkok atau 20 meter pipa lurus. Benda bengkok S ringan dianggap satu benda.

­   Pasal 730 F7 PUIL: pada lajur pipa di antara dua kotak tarik yang panjangnya tidak lebih dari 10 meter, dapat dipasang satu benda pada kedudukan tidak lebih dari 0,5 meter dari kotak tarik yang mudah dicapai, atau semua bengkokan yang lain pada lajur pipa tersebut tidak lebih dari 90.

Dipublikasi di LISTRIK | Tag | Tinggalkan komentar

Fitting

Fitting termasuk bahan jadi dan merupakan alat yang berfungsi sebagai pemegang atau tempat bola lampu.

Adabeberapa persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pemasangan/menempatkan fitting lampu, antara lain:

  1. Fitting lampu sejenisedisondan jenis bayonet harus dipasang dengan bagian tengah hantaran fasa, sedangkan kontak luar (ulir) dari fitting dihubungkan pada hantaran netral. (Pasal 206 B2 PUIL 771).
  2. Fitting lampu untuk penerangan luar dan dalam ruangan dengan air tetes harus kepada air. (pasal 510, C4 sub. A PUIL 77).
  3. Lampu pijar untuk penggunaan umum pada rangkaian penerangan cabang tidak boleh dilengkapi dengan kakiedison(E 27), bila dayanya lebih dari 300 watt, juga tidak boleh dengan kaki Goliath (E 40). Bilamana daya lebih dari 1500 watt hanya kaki atau alat lain tertntu yang dapat digunakan. (pasal 510 J1  PUIL 77).
  4. Dalam ruang lembab, tidak boleh mempergunakan fitting lampu pijar yang bersaklar (pasal 510 H1 sub.c PUIL 77).
  5. Bagian luar dari fitting lampu harus dibuat dari bahan porselin, atau bahan isolasi lain yang sederajat. (pasal 856 A4 PUIL 77).

FITTING DUDUK

Disebut fitting duduk, karena pada dasarnya setelah dipasang kedudukannya melekat ditempatnya semula (duduk).

Fitting ini juga sering disebut fitting dinding, karena dapat dipasang pada dinding-dingin atau langit-langit.

Bilamana fitting ini dipasang maka tutupnya harus dibuka terlebih dahulu dengan memutar kekiri, kemudian bagian kaki ini diletakkan dengan perantaraan sekrup. Bila pemasangannya tidak dapat dilaksanakan secara langsung, perlu dipasang roset dari kayu sebagai gantinya.

FITTING GANTUNG

Fitting gantung adalah salah satu peralatan dalam rangkaian instalasi penerangan yang berfungsi sebagai pemegang bola lampu dan penghantar daya listrik ke lampu. Pelaksanaan pemasangan fitting gantung hendaknya dimaksudkan sedemikian rupa sehingga faktor elekris dan mekanis dapat dijamin kehandalannya.

Pengikatan pada fitting gantung harus diatur agar penghantar yang diikatnya pada terminal, tidak menjadi tumpuhan pemikul berat fitting tersebut, oleh sebab itu pada bagian tali dari pandel anur haru diatur sehingga berfungsi sebagai pemikul beban fitting dan bola lampunya.

Pada umumnya pemasangan fitting gantung dipasang menggantung pada langit-langit melalui roset, dengan menggunakan kabel snur yang bertali lekat.

Gambar di bawah ini menunjukkan cara mengikat/membuat simpul pada fitting gantung.

Pemasangan fitting gantung pada langit-langit

 

FITTING GANTUNG

CARA MEMBUAT SIMPUL

FITTING KEDAP AIR

 

Fitting kedap air umumnya dipasang pada serambi luar atau tempat yang lembab: misalnya di kamar mandi, WC dan lain-lain.

Fitting ini terbuat dari baha porselin dan dipasang dari langit-langit ke fitting dengan menggunakan pipa pelindung.

Gambar pemasangan fitting kedap air

Dipublikasi di LISTRIK, Sepatah Kata Dari Penulis | Tinggalkan komentar

SAKLAR

MACAM-MACAM SAKLAR

Saklar termasuk bahan jadi yang merupakan alat yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik dari sumber tegangan menuju beban. Saklar sangat banyak macam dan jenisnya misalnya: untuk keperluan instalasi penerangan, untuk tegangan tinggi, instalasi tenaga dan banyak lagi jenisnya. Sebagai pengetahuan dasar cukup mengenai beberapa macam yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari: di rumah, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya.

Saklar ada yang dipasang di luar tembok dan ada pula yang dipasang did alam. Saklar yang dipasang di dalam tembok harganya lebih mahal, tetapi lebih banyak yang menyukai sebab tampak lebih bersih dindingnya karena pipanya tidak tampak, sehingga tidak mengganggu pemandangan.

Jenis-jenis saklar pada dasarnya dibedakan menjadi:

  1. Saklar manual
  2. Saklar magnetik (MC)
  3. Saklar otomatis

Saklar magnetik dan saklar otomatis akan dibahas pada semester berikutnya. Sedangkan saklar manual menurut penggunaannya untuk:

1. Instalasi penerangan.

2. Instalasi tenaga.

Macam-macam saklar manual yang digunakan untuk instalasi penerangan menurut hubungannya antara lain:

  1. Saklar tunggal                     6. Saklar kutub dua
  2. Saklar seri                            7. Saklar kutub tiga
  3. Saklar silang                        8. Saklar tarik
  4. Saklar tukar                         9. Saklar tombol tekan
  5. Saklar kelompok

Bentuk-bentuk pemasangannya saklar adalah:

  1. Saklar ditanam dalam tembok sistem IN-BOUW
  2. Saklar tidak ditanam di dalam tembok sistem OUT-BOUW

Adabeberapa persyaratan dalam pemasangan saklar antara lain:

  1. Harus dapat melayani secara aman tanpa memerlukan alat bantu.
  2. Saklar harus dipasang sedemikian rupa sehingga bagian yang bergerak (tangkai atau pengumpil) saklar tidak bertegangan pada waktu saklar dalam keadaan terbuka atau tidak terhubung (Puil 1977 Pasal 206 B1).
  3. Dudukan semua saklar di dalam suatu instalasi harus seragam, misalnya: semua saklar dalam keadaan terhubung:

­   Jika tangkai saklar didorong ke atas atau.

­   Jika pengumpil saklar bagian atas ditekan (Puil 1977 Pasal 206.B1)

  1. Pemasangannya harus sedemikian rupa sehingga tidak mungkin akan terhubung sendiri oleh pengaruhgayaberatnya.
  2. Kemampuan saklar sekurang-kurangnya harus mempunyai kemampuan sesuai dengan alat yang dihubungkan padanya, tetapi tidak boleh lebih kecil dari 5 A (Puil 1977 Pasal 630 C61).

Setelah kita saksikan bersama tentang pelaksanaan dari bermacam-macam penghubung untuk ini kami berikan sedikit keterangan-keterangan dari rangkaian penghubung tersebut.

  1. Saklar tunggal (lihat gambar 1)

Saklar ini tidak lagi memerlukan penjelasan. Ini suatu cara yang termudah untuk menghubungkan/memutuskan suatu hantaran.

  1. Saklar seri/deret (lihat gambar 2)

Saklar seri ini gunanya untuk memutuskan dan menghubungkan dua buah kelompok lampu secara bergantian.

Misalnya:

Lampu yang terdapat pada ruangan tamu dan lampu yang terdapat pada taman dapat hidup sendiri-sendiri atau seluruhnya dihidupkan pada waktu bersamaan.

  1. Saklar tukar/hotel (lihat gambar 3)

Saklar tukar/hotel ini digunkaan apabila kita menghendaki melayani satu lampu dari dua tempat atau lampu menyala secara berurutan.

Misalnya:

Pada lorong-lorong dalam kamar yang dua pintu dan tangga pada rumah bertingkat, maka kita pakai dua buah saklar tukar.

  1. Saklar silang (lihat gambar 4)

Saklar silang ini digunakan apabila kita harus dapat melayani satu lampu dan tiga tempat, maka kita pakai saklar silang waktu memasang. Hendaklah diingat, bahwa saklar yang pertama dan penghabisan haruslah dipasang saklar tukar, saklar di antaranya adalah saklar silang.

  1. Saklar kutub dua (lihat gambar 5)

Misalnya:

Kamar mandi, atau penerangan luar sehingga kedua kawat lampu diputuskan hubungannya.

  1. Saklar kutub tiga (lihat gambar 6)

Saklar ini dipakai pada golongan yang terdiri dari sejumlah lampu-lampu besar.

Misalnya:

Untuk penerangan lantai, penerangan bagian atas dan gedung-gedung pertemuan untuk dihubungkan dengan tiga fasa. Hubungan ini disambung dan diputuskan dengan saklar kutub tiga.

  1. Saklar tarik (lihat gambar 7)

Saklar tarik ini digunakan pada kamar tidur, dan kamar mandi yang dapat dihidupkan dan dimatikan dengan menarik saklarnya dengan perantaraan tali sebagai penariknya.

  1. Saklar tombol tekan (lihat gambar 8)

Saklar tombol banyak digunakan untuk mengontrol motor-motor listrik dan juga banyak digunakan untuk melayani bel, dan lain-lain.

Macam-macam jenis bentuk dan sifat saklar sangat beraneka ragam. Keaneka ragaman itu didasarkan atas pertimbangan kepentingan yang bermacam-macam.

Demikian banyak jenis dan coraknya sehingga tidak bisa dibahas semua. Tetapi asas kerjanya sama yaitu untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik dari sumber tegangan menuju beban.

Dipublikasi di LISTRIK | Tag | Tinggalkan komentar

ADJUDICATION (2)

This chapter addresses the role the adjudicator plays in assessing the debate. The

adjudicator adopts the role of the average reasonable person. The adjudicator has

three functions:

– to decide which team has won the debate;

– to provide an explanation of the reasons for the decision; and

– to provide constructive feedback to the debaters.

1 Role of the adjudicator

The adjudicator adopts the role of an average reasonable person, who has the average  reasonable person’s knowledge of the topic but who, unlike the average reasonable  person, has expert knowledge of the rules of debate.

Adjudicators must eliminate any preconceived ideas as to the merits of the issue in

debate, and any expert or special knowledge of the subject matter. The average reasonable  person is assumed to be intelligent and capable of assessing flaws in arguments; the  adjudicator is invested with these qualities.

The assumption of this artificial role is one of the most difficult aspects of adjudication,  and imposes a heavy burden on adjudicators. Nonetheless, it is central to the whole  notion of adjudication. The alternative of permitting adjudicators to assess a debate  from their own personal viewpoint, and to take into account their own expert knowledge,  prejudices and preconceptions, would strike at the heart of debating as an exercise in the  skills of persuasion.

2 Functions of the adjudicator

The adjudicator has three functions:

1. to decide which team has won the debate;

2. to provide an explanation of the reasons for the decision; and

3. to provide constructive feedback to the debaters.


(a) Deciding which team has won

The first task of an adjudicator is to decide which team has won the debate. The

adjudicator’s role is different from that of an average audience member who asks

“was I persuaded?” An adjudicator asks “which team better performed the process

of persuasion, in accordance with the rules of debate?”

There are at least three possible results – a win for the affirmative team, a win for

the negative team, and a tie. In theory, there is no reason why an adjudicator might

not decide that the performance of the teams was entirely even. However, adjudicators  should not award a tie – partly because of the difficulties it causes competition  organisers; partly because it provides an easy escape from making a difficult decision;  and partly because it will be a very rare occasion where two teams are so evenly  balanced that no distinction between them can be drawn.

In many debates, the adjudicator is required to award marks to speakers and teams. The  adjudicator must make the decision and the marks should reflect that judgment. The  marks exist only as a guide to the adjudicator’s progressive assessment of the debate.

It’s not uncommon in a close debate to find that when the marks are first totalled, they  reflect a decision different from the adjudicator’s impression of the debate. If this occurs,  it means either that the marks are in error or that the adjudicator’s impression at the  end of the final speech is in error. In this situation the adjudicator should carefully  review the notes of the debate and attempt to identify where the marks and impressions  differ. It might be that the adjudicator will decide that the final impression was too  heavily based on a very strong third negative speech – in which case the adjudicator’s  decision would be modified to reflect a better weighting for that speaker.

Occasionally an adjudicator will add up the marks incorrectly so that the marks do

not reflect the decision which has been announced. In such a situation, the decision  announced remains the outcome of the debate.

(b) Explaining reasons for the decision

In delivering the adjudication, adjudicators should highlight the critical differences

between the teams rather than replay the whole debate. A useful start is to total the  marks in each of matter, manner and method for each team, and to use this as the focus  for comment.

There may be one or several strategic issues which were critical in the debate; issues  on which the debate was won or lost. Focusing on these strategic issues allows the  adjudicator to identify the main reasons for the decision.

At the end of the adjudication, the debaters should have a clear understanding of why  their team won or lost. Most complaints arise because adjudicators are not able to  clearly identify the reasons for the result.


(c) Providing constructive feedback

Adjudicators are in a position to perform a valuable training function. Particularly

with novice or school-student debaters, the feedback offered by an adjudicator is likely  to be the most substantial basis for improvement.

Feedback can affect the confidence of individual debaters. Adjudicators must take this  responsibility extremely seriously. An overly sarcastic or negative   adjudication may undermine the confidence of novice debaters to the point where they are fearful of  speaking in public again. Feedback should be couched in constructive terms.

3 The adjudication process

Adjudicators must arrive at their decision after careful consideration. This will include  listening attentively to all speakers in the debate, taking notes and applying the rules  of debating.

Note taking is important because notes allow an adjudicator to resolve issues which  emerge later in the debate, for instance, where there is a dispute over the definition of  certain terms. Adjudicators must be wary not to enter the debate while making notes  by filtering the comments made by speakers. For example, a speaker may provide an  argument which has no clear link to the topic. The adjudicator may infer a link and  record this inference in their notes, later crediting the speaker with having made the link.

Adjudicators should mark the scores of the speakers as the debate proceeds. Leaving  the marking of scores to the end of the debate can be a perilous exercise in recalling   the matter, method and manner of earlier speakers. It may result in the adjudicator  overemphasising the impact of third speakers.

Dipublikasi di BAHASA INGGRIS, DEBATE | Tag | Tinggalkan komentar

KIPAS ANGIN

 

TEORI DASAR

Bagian-Bagian utama kipas angin yaitu :

1)      Motor penggerak

2)      Bagian kipas

3)      Rumah kipas

4)      Rumah motor

5)      Stand atau dudukan kipas lengkap dengan pengatur kecepatan

 

a.     Motor penggerak

Jenis motor  listrik yang dipakai umumnya motor induksi fasa belah yaitu motor kapasitor

Motor ini mempunyai kumparan utama dan kumparan bantu yang diseri dengan kapasitor. Rotornya jenis rotor sangkar

Untuk kipas angin yang kecil, dipakai motor penggerak jenis kutub bayangan (shaded pole). Untuk jelasnya lihat kembali materi motor listrik satu fasa.

b.    Bagian Kipas

Kipas yang berbentuk baling-baling adalah bagian yang berputar dan satu poros dengan rotor motor

Bagian kipas dilindungi oleh rumah kipas berbentuk kisi-kisi atau tralis.

c.    Rumah motor

Rumah motor adalah tempat dudukan untuk meletakkan motor dan komponen-komponen lainnya dan dibuat dari bahan ebonit

 

 

d.    Stand atau dudukan kipas

Alat ini untuk menempatkan kipas dan rotor penggeraknya, dilengkapi dengan alat/tombol pengatur kecepatan serta tombol on/off motor.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar bagian-bagian konstruksi kipas angin di bawah.

 

 

Perawatan dan Pemeriksaan Kipas Angin

 

a.    Kipas dan  rumah kipas

Sering terjadi kipas menimbulkan suara berisik, hal ini terjadi disebabkan oleh :

1)      Baling-baling kipas berputar tidak seimbang, periksa keseimbangan putaran kipas

2)      Baut pengikat kipas terhadap poros kendor, periksa baut pengikat dan kencangkan

3)      Rumah kipas kendor atau bersinggungan dengan balik-baling kipas, periksa dan betulkan posisi yang tepat rumah kipas

 

Peringatan :

Dalam memeriksa atau melakukan, kipas angin dalam keadaan terlepas dari sumber listrik.

Bongkarlah kipas sesuai dengan urutan seperti gambar di atas atau gambar yang ada pada buku manual kipas angin tersebut.

 

b.    Saklar dan Kabel Penghubung

 

Bila kipas angin tidak mau bekerja atau berputar sama sekali, kemungkinan penyebabnya adalah :

1)      Sumber tegangan tidak ada, periksa sumber tegangan dengan volt meter (AVO meter)

2)      Kabel penghubung putus, periksa dengan ohm meter antara ujung-ujung kabel. Bila putus atau rusak perbaiki atau diganti dengan yang baru

3)      Saklar pengatur kontak tidak sempurna, bersihkan kontak-kontak tombol saklar dari kotoran dengan kuas halus atau disemprot dengan cairan pembersih kontak (contact cleaner).

 

 

 

c.    Motor Listrik

Bila saklar  pengatur dan kabel penghubung dalam keadaan baik, motor berputar pelan atau tidak bekerja sama sekali kemungkinan penyebabnya adalah :

1)      Untuk motor kapasitor, kemungkinan kapasitornya bocor atau rusak. Lepaskan kapaistornya, periksa kapasitornya dengan AVO meter posisi ohm (K x 1).  Bila jarum AVO meter menyimpang/menunjuk dan kembali pada posisi semula (posisi nol) kapasitor baik, tetapi bila tidak kembali menandakan kapasitor rusak.

2)      Komponen motor terbakar. Langkah perbaikan digulung ulang, hal ini  dapat dilakukan oleh orang yang ahli dalam pekerjaan ini.

3)      Gangguan mekanik, periksa bagian mekanis seperti transmisi rida gigi (gear) dan bantalan poros motor (bearing) kemungkinan macet, berilah pelumasan.

 

Perhatian :

Dalam membongkar bagian-bagian kipas angin perhatikan urutan membongkarnya untuk memudahkan pemasangannya kembali dan gunakan alat-alat tangan yang sesuai seperti : obeng, tang dan sebagainya.

TROUBLE SHOOTING

DAFTAR MENCARI KESALAHAN PADA ALAT  KIPAS ANGIN

No.

Kemungkinan

Kerusakan

Kemungkinan

Penyebab kerusakan

Berputar tidak selayaknya

Tidak dapat diatur

Mende-ngung

Sulit berputar

   

1

2

3

4

5

1

Tegangan terlalu rendah

X

2

Gulungan bantu bocor

X

X

3

Kondensor bocor/rusak

X

X

4

Shakelar mekanik rusak

X

X

X

X

5

Pengatur kecepatan rusak

X

X

6

Pengatur waktu rusak

X

7

Alat mekanik rusak

X

8

Arus pemakaian terlalu besar

X

9

Bantalan aus

X

10

Alat mekanik macet

X

11

Kabel pengubung jelek

X

12

Terminal-terminal longgar

X

1)                  Tugas Pengetahuan

 

  1. Sebutkan bagian-bagian kipas angin !
  2. Jenis motor apa saja yang umumnya dipakai pada kipas angin ?
  3. Bagaimana cara pengaturan kecepatan putaran pada  kipas angin ?
  4. Sebutkan gangguan yang mungkin terjadi pada  kipas angin dan bagaimana cara merawat / memperbaikinya ?

 

 

Dipublikasi di Sepatah Kata Dari Penulis | Tinggalkan komentar

RICE COOKER

Rice cooker atau pemasak nasi

MATERI

Alat penanak nasi yang banyak dipakai pada rumah tangga umum menyebutnya rice cooker. Dan karena waktu penanakannya cukup lama, alat ini disebut juga sebagai slow cooker.

Peralatan ini memungkinkan digunakan pada rumah tangga, karena pemakaian dayanya mulai dari 350 watt, 500 watt, 800 watt, dan seterusnya.

Konstruksi

 

Pada dasarnya peralatan ini terdiri dari bagian pokok :

 

  1. Pan bagian dalam, untuk menempatkan beras yang akan ditanak, terbuat dari logam/aluminiumnya yang dilapisi bahan anti lengket.

 

  1. Elemen pemanas

Pada rice cooker tertentu pemanas ini dililitkan pada bagian samping pan bagian dalam. Untuk jenis seperti ini, apabila elemen rusak dapat diperbaiki. Namun pada kebanyakan rice cooker yang diperdagangkan sekarang (seperti contoh gambar 3-1) elemen pemanas ditempatkan dalam bagian/pipa yang solid/permanen, sehingga bila rusak sukar diperbaiki.

 

  1.   Rumah bagian luar (out case) sebagai pelindung dari pan bagian dalam dan  elemen. Pada bagian ini biasanya terdapat saklar dan terminal untuk kabel tenaga. Saklar  umumnya mempunyai 2 kedudukan yaitu kedudukan cooking dan warm.

 

  1.    Kabel tenaga

Kabel ini biasanya terdiri dari tusuk kontak untuk ke sumber listrik dan kontra steker untuk  keterminal pada peralatan. Bila peralatan tidak dipakai, kabel dapat dilepas dan disimpan terpisah.

 

  1. Tutup

Kebanyakan rice cooker mempunyai dua buah tutup yaitu satu tutup untuk pan bagian dalam dan satu lagi tutup bagian atas yang dilengkapi dengan klem.

 

Perawatan Rice Cooker.

 

Perawatan pada rice cooker relatif ringan, perawatan dilakukan terhadap fisik, kelistrikan dan sedikit bagian mekanik.

Perawatan terhadap fisik peralatan ialah dalam bentuk pembersihan bagian-bagian peralatan seperti pan bagian dalam, rumah bagian luar. Membersihkan bagian dalam cukup dengan air dan sabun/vim. Sedang untuk bagian luar agar tidak mudah berkarat harus selalu kering dan bila mungkin diberi bahan anti karat atau bila catnya sudah rusak dilakukan pengecatan kembali.

 

 

Pemeliharaan kelistrikannya antara lain dijaga agar kabel tenaga tidak sering tertekuk dan perhatikan saklar, apabila nasi telah masak, pastikan bahwa saklar dalam posisi off atau warm.

Setiap kali akan menggunakan yakinkan bahwa tidak ada benda lain yang berada dibagian dalam antara pan dengan bagian dasar rice cooker  yang dapat mengganggu proses menanak nasi.

 

Perbaikan

 

Bagian yang memungkinkan kerusakan pada rice cooker antara lain :

 

  1. Kabel tenaga, putus atau isolasi terkupas. Cara perbaikannya bila memungkinkan diperbaiki/diisolasi pada bagian yang rusak, tetapi kalau kabel sudah cukup tua dan pendek lebih baik diganti baru.

 

  1. Saklar, yang kerusakannya pada bagian mekanik seperti pegas dan kontak-kontaknya. Karena model saklarnya tidak umum dijual dipasaran, bila rusak memerlukan perbaikan atau dimodifikasi.

 

  1. Elemen pemanas, kerusakan elemen pemanas biasanya disebabkan oleh kesalahan tegangan, dimana biasanya dipakai untuk tegangan 110 volt kemudian dipakai pada tegangan 220 volt. Penyebab lainnya adalah karena kurangnya pemeliharaan, sehingga pada bagian elemen atau bagian dasar dari rice cooker berkarat, sehingga pelindung elemen rusak dan elemennya putus atau terhubung singkat dengan badan. Untuk merek tertentu elemen pemanas ini ada dijual satu set, tetapi pada kebanyak merk kerusakan elemen susah diperbaiki

 

  1. Pengatur panas, alat ini dilengkapi dengan pengatur/pembatas panas dari bimetal, kerusakan pada bimetal dapat menyebabkan rice cooker tidak panas atau panas menjadi terlalu tinggi. Untuk ini bimetal perlu diperiksa dan diset ulang atau diperbaiki.

 

 

Tugas 4.

 

2)               Tugas Keterampilan

 

Pilihlah satu jenis Rice Cooker, lakukan praktik bongkar pasang dengan prosedur sebagai berikut :

  1. Lakukan uji operasi  dengan sumber tegangan tentang kondisi Rice cooker
  2. Bongkar Rice cooker,  sesuai kondisinya lakukan identifikasi bagian-bagiannya
  3. Lakukan perawatan/perbaikan bagian yang memerlukannya.
  4. Pasang kembali bagian-bagiannya dan uji coba hasil kerja Anda
  5. Buat Laporan hasil kerja Anda.

 

 

Dipublikasi di Sepatah Kata Dari Penulis | Tinggalkan komentar

BLENDER

TEORI  SINGKAT

Blender, seperti halnya mixer, adalah peralatan dapur yang sangat pokok, untuk pemotong, pencampur, pengental, dan pencair makanan. Blender terdiri dari sebuah botol (stopfles) kaca atau plastik pada bagian dasarnya sebagai rumah motor universal, dan bilah pemotong dirakit di dalam stopfles, digerakkan oleh motor pada bagian bawah. Kebanyakan blender memiliki problem pada bilah dan poros yang merupakan rakitan untuk pemotong.

Perhatian: Sebelum bekerja pada blender, pastikan bahwa pesawat belum terhubung pada jaringan.

Pembongkaran

Untuk mengerjakan blender, Anda harus membongkar rakitan pemotong dan membuka dasarnya untuk mengambil motornya. Stopfles mungkin di dalam salah satu bagian, terdapat bilah pemotong yang disegel pada bagian bawah unit. Untuk mengeluarkan segel, angkat stopfles dari dasar dan lepaskan mur kopling di bawah stopfles. Gunakan kain untuk melindungi jari2 Anda, pegang sisi2 bilah di dalam stopfles dan putar pengkopel searah jarum jam (cw) untuk melepaskannya; kemudian angkat bilah. Jika bagian2 belum dapat bergerak, putar pengkopel berlawanan arah jarum jam (ccw) untuk melepaskannya; beberapa pengkopel dapat dilepas dengan cara ini. Hingga Anda yakin pengkopel menggunakan cara memutar yang mana untuk mengeluarkannya, jangan gunakan kekerasan sedikitpun; Anda akan memecahkannya.

Untuk mendapatkan motor, lepaskan pengkopel pada bagian atas dasar (rumah). Jika poros motor sulit diputar, gunakan obeng untuk memegang poros dan menjaganya dari putaran; putar pengkopel cw untuk mengeluarkannya. Pada beberapa unit, pengkopel berputar ccw untuk membukanya. Jika kopling terdiri dari kancing logam yang dipasang pada bagian bawah stopfles, masukkan paku melalui lobang ventilasi pada bagian rumah/bodi landasan, dan lawanlah bilah-bilah pada kipas dengan paku untuk menjaga poros dari putaran. Kemudian lepas kancing dengan kunci Inggris dengan memutar cw atau ccw.

Pembersihan

Kipas angin dan bilah pemotong yang dirakit pada blender harus dibersihkan secara periodik untuk menjaga efisiensi kerja blender. Untuk membersihkan bilah2, lepaskan kopling dari stopfles, dan keluarkan bilah-bilah, poros, gelang-tutup (ring), rumah bantalan, dan mur yang menyusun rakitan pemotong. Susunlah bagian-bagian ini seperti ketika Anda membongkar blender, dan buatlah diagram seperti yang Anda kerjakan sehingga Anda dapat merakit kembali pemotong ini dengan benar. Bersihkan bagian-bagian ini di dalam larutan air dan sedikit detergen RT, dan keringkan sepenuhnya. Ujilah bilah pemotong dan bantalannya dengan hati-hati, bagian inilah yang pokok dan sering rusak. Jika bagian ini terlihat rusak, gantilah dengan yang  baru.

Kotoran pada sudu kipas dapat menyebabkan gangguan. Untuk mengatasi masalah ini, keluarkan bagian  bawah ‘base’ atau plat sakelar; gunakan larutan air dan sedikit detergen RT untuk membersihkan sudu2nya. Bersihkan sebanyak pada motor sehingga Anda dapat menjangkaunya, dan juga bersihkan bodinya. Keluarkan kopling untuk mencapai bagian atas ‘base’ untuk membersihkan bagian-bagian yang tersisa pada motor. Berhati-hatilah jangan mengambil beberapa kawat yang basah. Setelah pembersihan, sapulah bagian-bagian itu hingga kering. Biarkan blender hingga kering betul sebelum merakitnya kembali.

Operasi Gangguan

Jika blender banyak terganggu, permasalahan kebanyakan pada kopling atau kipas. Kopling atas adalah bagian bawah dari rakitan poros pemotong; kopling bawah adalah bagian atas ‘base’ dimanastopfles dipasangkan ke motor. Jika kopling yang lain kelihatan aus, gantilah dengan yang baru yang sejenis; pasangkan kopling yang baru seperti pada pasangan kopling yang lama.

Gangguan yang luar biasa atau sangat menyolok biasanya disebabkan oleh sudu kipas yang bengkok atau hancur. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, bukalah ‘base’ pada unit dan bersihkan dan  periksalah sudu-sudu kipas. Jika sudu-sudu agak bengkok, luruskanlah dengan tang; jika Anda tidak dapat meluruskannya, gantilah rakitan sudu-sudu kipas. Untuk mengeluarkan rakitan sudu-sudu kipas, lepaskan mur penguat yang memegangnya pada poros motor; atau, jika rakitan sudu adalah sangat bergeser, tariklah keluar. Gantilah rakitan sudu-sudu dengan yang baru yang sejenis; pasangkan rakitan baru dengan cara yang sama seperti  pada rakitan  yang lama.

Gangguan dapat juga disebabkan oleh hilangnya atau hancurnya bilah-bilah pemotong. Ujilah rakitan sudu-sudu. Jika sudu-sudu kendor, kencangkan; jika sudu-sudu hancur, keluarkan, seperti detail di atas, dan gantilah dengan sudu-sudu yang baru yang sejenis.

Kebocoran

Kebocoran biasanya disebabkan oleh kerusakan pada stopfles atau segel untuk tekanan pada bagian bawah stopfles blender. Jika stopfles rusak, gantilah dengan yang baru yang sejenis. Stopfles blender plastik kadang-kadang dapat berkembang  yang dapat menyebabkan kebocoran; seperti rapat untuk jenis keretakan kecil. Jika keretakan adalah sumber kebocoran, gantilah stopfles.

Jika ada retak yang tidak terlihat pada stopfles, permasalahan ini dapat dimungkinkan pada segel tekanan. Angkat rakitan pemotong, seperti detail di atas, dan ujilah segel. Jika segel aus, pecah, atau keras, gantilah dengan yang baru yang sejenis.

Kebocoran melingkar pada penutup stopfles blender biasanya disebabkan oleh gasket penutup sudah aus. Jika ini permasalahannya, terbaik adalah dengan  mengganti penutupnya, belilah penutup baru yang sejenis.

Sakelar

Motor dikontrol oleh sakelar dengan banyak posisi, dalam base dari unit. Jika blender mempunyai sakelar ganda dan/atau tombol tekan, atau sakelar yang dikontrol oleh penyearah pada setiap posisi kecepatan, jangan mencoba untuk menanganinya sendiri, bawalah pesawat ke servis profesional.

Sakelar kecepatan tunggal dapat diganti jika tidak berfungsi. Jika blender tidak dapat berputar, dan ia telah menerima daya, sakelar mungkin rusak. Buka base unit pada bagian atas atau bawah atau plat sakelar, seperti di atas, dan teslah sakelar dengan AVO, setlah pada skala Rx1; meter akan menunjuk nol. Jika sakelar rusak, gantilah dengan  yang baru yang sejenis. Lepaskan sekrup penguat untuk mengambil sakelar yang lama dari tempatnya; setlah sakelar baru  dengan posisi yang sama, hubungkan dengan cara yang sama seperti pada sambungan sakelar yang lama, dan gantilah sekrup.

Timer

Beberapa blender memiliki sebuah timer, dengan pengontrol timer yang ditempatkan pada panel kontrol. Jika timer tidak bekerja, gantilah dengan yang baru yang sejenis, jangan mencoba untuk memperbaikinya. Timer berada disamping tombol kontrol timer; untuk mencapainya, keluarkan tombol. Jika tombol menatap pada poros timer, tariklah hingga keluar; jika dipegang di suatu tempat oleh sepasang sekrup, keluarkan sekrup untuk mengambil tombol. Kemudian keluarkan plat penutup yang menutupinya. Jika ada banyak kawat sambungan ke timer, dan itu digunakan untuk mengontrol beberapa setting, jangan mencoba mengganti timer sendiri; bawalah ke servis profesional. Jika timer adalah unit yang sederhana, bagaimanapun, Anda harus menggantinya. Keluarkan dari tempatnya, dan tandailah sambungan kabel sehingga Anda dapat menggantinya dengan baik pada timer yang baru. Set timer baru pada tempatnya, sambugkan kabel, dan lekatkan timer pada tempatnya dengan cara yang sama seperti pada sambungan timer yang lama.

Motor

Jika sakelar telah diganti dan motor belum juga berputar, atau jika berputar tapi tidak menentu, timbul gangguan, berbau, atau timbul percikan, sikat arang motor dimungkinkan aus. Gantilah dengan sikat arang baru yang sejenis. Jika motor hingga tidak berputar, atau jika ada beberapa permasalahan motor yang serius, seperti halnya lepasnya lilitan armatur atau hubungsingkat, bawalah blender ke servis profesional.

TROUBLE SHOOTING

PERMASALAHAN

KEMUNGKINAN

 PENYEBAB

PEMECAHAN

Blender tidak berputar 1. Tidak ada daya2. Kesalahan sakelar

3. Sikat arang aus

4. Sistem kelistrikan hu-

bungsingkat

5. Kerusakan motor

1. Cek kabel power, steker, dan KK. Cek peng-aman lebur atau CB pada panel utama; perbaiki

rangkaian.

2. Ganti sakelar; atau bawa ke servis profesional

3. Cek sikat; jika aus, gantilah

4. Bawalah ke servis profesional

5. Bawalah ke servis profesional

Blender bertegangan, bergetar 1. Kabel power rusak2. Sistem kelistrikan  hu-

bung singkat

1. Tes kabel ; jika rusak gantilah2. Bawalah ke servis profesional
Motor timbul bunga api 1. Sikat arang aus2. Motor rusak 1. Cek sikat; jika aus, gantilah2. Bawalah ke servis profesional.
Motor berputar lambat 1. Stopfles blender terlalubanyak beban

2. Sikat arang aus

1. Kurangi beban, atau tambah sedikit cairan kedalam stopfles

2. Cek sikat; jika aus, gantilah

.

Motor berputar, tetapi bilah tidak berputar 1. Stopfles tidak ditempat-kan secara baik

2. Kopling aus atau kotor

3. Rakitan pemotong kotor

4. Bilah pemotong bengkok

atau aus

1. Dudukkan stopfles sehingga kopling pada stop-fles tepat dengan kopling pada base

2. Cek pengkopel; jika kotor atau aus, gantilah

3. Bersihkan rakitan pemotong

4. Gantilah bilah pemotong

Gangguan kerja (operasi) 1. Bilah pemotong terha-langi

2. Bilah pemotong bengkok

atau aus

3. Sudu kipas bengkok

4. Kopling aus

5. Motor rusak

1. Angkat penghalang dari pemotong2. Cek pengkopel; jika kotor atau aus, gantilah

3. Luruskan sudu, atau gantilah rakitan sudu kipas

4. Cek kopel atas dan bawah, jika aus gantilah

5. Bawa ke servis profesional.

Soal:

Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

  1. Sebutkan bagian-bagian utama dari pesawat blender! (minimal 5)
  2. Dimanakah kebanyakan blender mengalami permasalahan?
  3. Motor dari jenis apakah yang dipakai oleh pesawat blender?
  4. Jika pesawat mengalami permasalahan “motor berputar lambat”, apa kemungkinan penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?
  5. Bagaimana pula halnya jika permasalahan itu “motor berputar, tetapi bilah pemotong tidak berputar”, apa kemungkinan penyebab, dan bagaimana pula mengatasinya?
Dipublikasi di LISTRIK, MERAWAT PERALATAN RUMAH TANGGA LISTRIK | 1 Komentar